Just another WordPress.com weblog

ujian akbi

Skripsi ini mencoba melakukan penelitian terhadap perhitungan biaya rawat inap dari sebuah rumah sakit daerah batang baik dengan metode tradisional dan metode ABC . Metode yang digunakan dalam perhitungan biaya rawat inap rumah sakit adalah metode konvensional ( tradisional) yaitu dengan cara menjumlahkan baik biaya tetap maupun biaya variable. Dan yang dijadikan dasar unit perhitungan tarif jasa rawat inap adalah jumlah hari tinggal pasien rawat inap. Sedangkan tarif diperoleh dengan cara menambahkan harga pokok tiap kelas dengan prosentase laba menurut kelasnya. Prosentase tersebut sudah ditetapkan bagian manajemen rumah sakit yaitu : VIP 15%, Utama I 12%, Utama II 12%, Kelas I 10%, Kelas II 10 %, Kelas III disubsidi VIP 5%. Sedangkan dengan menggunakan metode ABC (activity based costing) memberikan perhitungan-perhitungan yang lebih akurat karena lebih memperhitungkan banyak factor. Perbedaan mendasar dalam kedua metode tersebut adalah cost driver (pemicu biaya). Tahap pertama saat menggunakan metode ABC adalah dengan mengelompokan beberapa aktivitas dan pusat aktivitas, kativitasnya adalah: Biaya perawatan, Biaya konsumsi pasien, Biaya listrik dan air, Biaya kebersihan, Biaya administrasi, Biaya service, Biaya Asuransi, Biaya penyusutan gedung, Biaya penyusutan fasilitas dan Biaya laundry yang terbagi menjadi beberapa pusat aktivitas yaitu: perawatan pasien ,perawatan inventaris, pemeliharaan pasien dan pelayanan pasien. Setelah itu adalah mengelompokan cost driver nya dengan rumus membagi jumlah aktivitas dibagi cost driver. Setelah itu Membebankan biaya ke produk dengan menggunakan tarif cost driver dan ukuran aktivitas dengan cara Pembebanan biaya overhead dari tiap aktivitas ke setiap kamar dihitung dengan rumus sbb:

BOP yang dibebankan =Tarif/unit Cost Driver X Cost Driver yang dipilih. Dengan Mengetahui BOP yang dibebankan pada masing-masing produk, maka dapat dihitung tarif jasa rawat inap per kamar perhitungan tarif masing-masing tipe kamar dengan metode ABC dapat dihitung dengan Rumus sbb:

Tarif Per Kamar = Cost Rawat Inap + Laba yang diharapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP dan Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.jawaban1 dan 2 disini

Comments on: "ujian akbi" (2)

  1. Soal no 1 dan 2 it’s ok. Untuk no 3, coba selalu untuk mengkaji jurnal penelitian agar terbiasa. Jangan lupa penekanan ke metodologi dan penelitian terdahulu. Nilai 40 + 40 + 5 = 85

  2. Ayo daftarkan blognya untuk mengikuti lomba blog mahasiswa UG, dan 5 jenis lomba lainnya. Total hadiah 25 jt + hadiah hiburan. Info selengkapnya bisa dilihat di http://studentsite.gunadarma.ac.id atau di http://community.gunadarma.ac.id/forums/display_topic/id_1078/Lomba-Blog-Mahasiswa/

    UG Media Center

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: