Just another WordPress.com weblog

CAMELS

Bank Indonesia membuat standart kelayakan bagi bank-bank konvensional, dengan membuat perhitungan CAMEL tetapi sudah dibaharui menjadi CAMELS.

CAMELS adalah singkatan dari

Permodalan (Capital)

Kualitas Aset (Asset Quality)

Manajemen (Management)

Rentabilitas (Earnings)

Likuiditas (Liquidity)

Sensitivitas terhadap Risiko Pasar (Sensitivity to Market Risks)

Kriterianya di ukur dari 1-5 satu yang paling baik dan 5 yang paling buruk. Tetapi hasil dari perhitungan CAMELS tidak bias diliha oleh khalayak umum karena kalau dilihat oleh masyarakat umum dapat mempengaruhi pendapatan dari bank tsb.

aktiva prod. di golongkan menjadi 5. yaitu:

– aktiva prod lancar

– aktiva prod perhatian khusus

– aktiva prod kurang lancar

– aktiva prod di ragukan

– aktiva prod macet

1. Perhitungan aktiva produktif pada modal :

Aktiva produktif yang diklasifikasi / Modal

Perhitungan ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal dalam menghadapi aktiva produktif yang bermasalah.

Semakin kecil ratio yang dihasilkan dari perhitungan tersebut maka semakin baik kemampuan modal dari bank tersebut.

1. Perhitungan aktiva produktif pada Assets Quality :

Aktiva Produktif yang diklasifikasi / Aktiva Produktif

Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui kualitas dari aktiva produktif bank tersebut.

Semakin kecil ratio yang dihasilkan oleh perhitungan diatas maka semakin baik kualitas dari aktiva produktifnya.

1. Pada perhitungan untuk menentukan kualitas asset, Debitur inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit:

Debitur Inti / Total Kredit

Berdasarkan perhitungan diatas, jika rata-rata kredit/debitur yang dihasilkan semakin kecil maka semakin baik kualitas asset dari bank tersebut.

1. Dalam perhitungan untuk menentukan tingkat liquidity terdapat perhitungan untuk menentukan tingkat ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti:

Deposan Inti / Dana pihak ke-3

Dari perhitungan diatas, semakin rendah rata-rata deposito yang dimiliki oleh tiap depositor di bank tersebut maka tingkat likuiditas bank tersebut semakin baik.

1. Untuk menentukan tingkat manajemen dari suatu bank dilakukan berdasarkan “Good Coorporate Governance”

2. Semua hasil perhitungan terhadap bank-bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia tidak dilaporkan kepada masyarakat.

untuk keterangan lebih lanjut bisa baca dilampiran

Comments on: "CAMELS" (4)

  1. mau tanya apakah ada kriteria2 CAMELS untuk menghitung perbankan yang go publik dn apakah ada pengaruh jika menggunakan obyek bank yang lebih banyak

    • deboneruhireri said:

      sepengetahuan saya CAMELS dignakan untuk semua bank baik bank yang sudah go pulic maupun yang belum karena BI membuat peraturan tsb ke semua bank yang terdaftar di BI. dan biasanya CAMELS digunakan hanya untuk satu bank saja untuk mengetahui tingkat kesehatan bank tsb.

  2. Ria ardilla said:

    mau tanya “Tetapi hasil dari perhitungan CAMELS tidak bias diliha oleh khalayak umum karena kalau dilihat oleh masyarakat umum dapat mempengaruhi pendapatan dari bank tsb”
    apa ya alsannya??kok bsa gtu..

    • deboneruhireri said:

      karena jika khalayak umum mengetahui mana bank yang memiliki predikat baik dan tidak baik berdasarkan perhitungan CAMELS, secara otomatis dapat menurunkan minat dan kepercayaan khalayak umum terhadap bank tersebut. sehingga dapat menurunkan pendapatan bank tersebut hingga menyebabkan kebangkrutan sebagai akibat yang paling fatal. kalau ini terjadi kan bisa menyebabkan ketidakstabilan dalam dunia perbankan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: