Just another WordPress.com weblog

berita 1 tentang insentif

PERNAHKAH Anda melihat atau mendengar seseorang membeli suatu produk karena tertarik dengan hadiah yang diberikan? (Atau mungkin Anda pernah mengalaminya sendiri?) Baik itu berupa “undian berhadiah” yang diberikan oleh bank atau perusahaan seperti yang kita kenal dan diiklankan melalui berbagai media hingga hadiah langsung yang diberikan oleh perusahaan hingga ke toko-toko kecil di daerah tertentu.Memang hadiah bisa menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi calon konsumen untuk mempertimbangkan pilihannya dalam membeli suatu produk. Hadiah dapat pula menjadi daya tarik bagi konsumen yang telah membeli produk atau jasa tertentu, hingga di kemudian hari dia dengan senang hati mau membeli kembali produk atau jasa tersebut. Bahkan, tidak jarang mereka akan mereferensikan kepada teman atau orang-orang yang dikenalnya (mouth to mouth ad).Hal penting dalam memberi hadiah adalah carilah hadiah yang mahal atau kesannya mahal, padahal belinya murah atau bahkan bisa gratis (karena beli atau dapat dari grosir/pabriknya/sponsor).Contoh: Ketika Saya mengeluarkan CD Audio Sales Magic dengan subtitle “Bagaimana Menjual Sepotong Roti Tawar dengan harga Rp300.000.000 dan Orang Masih Berebut”. Prinsipnya adalah sama, yaitu memberi hadiah dengan nilai yang lebih tinggi dari harga yang dibayar. Semisal ada iklan yang berbunyi: “Cukup Rp300.000.000 Anda akan mendapatkan sepotong roti tawar plus berlian delapan karat warna merah jambu, sertifikat dari DeBeers seharga Rp800.000.000, hanya ada satu. 100% moneyback guarantee dalam 30 hari.”
Menurut Anda apakah ada yang mau dan berebut? Jawaban saya: “Ya”. Kemudian orang bilang, terang saja laku tapi kan yang jual rugi. Orang yang ngomong seperti ini belum tahu mendapatkan hadiah dari grosir/pabrik/sponsor. Dalam hal ini bagaimana bisa memberi hadiah berlian senilai Rp800.000.000? Hal ini bisa terjadi karena hadiah berlian tadi dibeli di pabriknya dengan harga Rp250.000.000. Nah, malah untung Rp54.000.000. Jurus ini telah dipraktikkan oleh perusahaan yang bergerak dalam kredit sepeda motor dengan meluncurkan iklan berjudul pertama,”Cukup Rp200.000 Anda bisa bawa pulang motor”. Atau kedua, “Cukup Rp300.000 Anda bisa bawa pulang sepeda motor, plus meja belajar senilai Rp450.000.” Mana menurut Anda yang lebih menarik? Betul, secara umum orang menjawab yang terakhir yang lebih menarik. Kenyataannya perusahaan yang mempraktikkan cara tersebut justru mengalami kenaikan penjualan sepeda motor secara umum sedang mengalami penurunan sekira 30%.
Pertanyaannya, “Bukannya perusahaan tersebut rugi?” Jawabannya “tidak” karena mereka membeli meja belajar tersebut langsung di pabriknya dengan harga Rp100.000. Memang di tingkat ritel meja tersebut dijual sekitar Rp450.000. Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah hadiah yang Anda berikan manfaat positif kepada konsumen Anda. Saya memilih berita ini karena sama dengan hukum ke 4 yang mengatakan bahwa orang akan tanggap terhadap insentif karena banyak konsumen yang cepat tanggap dengan bonus-bonus yang ditawarkan oleh produsen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: